Selasa, 10 Juni 2014

Pertumbuhan Ekonomi



 Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan outputriil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.
 Secara singkat, pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Dalam pengertian itu terdapat tiga aspek yang perlu digarisbawahi, yaitu proses, output per kapita, dan jangka panjang. Pertumbuhan sebagai proses, berarti bahwa pertumbuhan ekonomi bukan gambaran perekonomian pada suatu saat. Pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan output per kapita, berarti harus memperhatikan dua hal, yaitu output total (GDP) dan jumlah penduduk, karena output per kapita adalah output total dibagi dengan jumlah penduduk. Aspek jangka panjang, mengandung arti bahwa kenaikan output per kapita harus dilihat dalam kurun waktu yang cukup lama ( 10, 20, atau 50 tahun, bahkan bisa lebih lama lagi). Kenaikan output per kapita dalam satu atau dua tahun kemudian diikuti penurunan bukan pertumbuhan ekonomi.
Laju pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat diukur dengan menggunakan laju pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).Berikut ini adalah rumus untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi (Sukirno, 2007):

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeyjRpp1mDnIdNJJJ4NR7_mk0N1fQxllS8-q-B-YQoDiyXnkCeC8PhutPA9m2CuKm927zQr0p1OkpS9n7Y3ZssXLuupnqgPyFHBffDgG4sEFwywyJKSIhqL5rjSCdgpZP1c2cwf7ZMOWk/s1600/Cara+Menghitung+Laju+pertumbuhan+ekonomi+dengan+menggunakan+data+Produk+Domestik+Regional+Bruto+%2528PDRB%2529+%25282%2529.jpg

G = Laju pertumbuhan ekonomi
PDRB1 = PDRB ADHK pada suatu tahun
PDRB0 = PDRB ADHK pada tahun sebelumnya

PDRB juga dapat digunakan dalam melihat struktur ekonomi dari suatu wilayah. Struktur ekonomi digunakan untuk menunjukkan peran sektor-sektor ekonomi dalam suatu perekonomian. Sektor yang dominan mempunyai kedudukan paling atas dalam struktur tersebut dan akan menjadi ciri khas dari suatu perekonomian. Struktur ekonomi merupakan rasio antara PDRB suatu sektor ekonomi pada suatu tahun dengan total PDRB tahun yang sama. Strukturekonomi dinyatakan dalam persentase. Penghitungan struktur ekonomi adalah sebagai berikut:
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzg3jiCqCOQsUxZJ-Us_E_mny5Q0ql4-fs9SKKxaymAbqfo8RTMkM8Tr4oiG1t0NmIeGqFkEbGboWFJXHomW_cnGXVOp9vzLEIpwH7_X5EoZgSORYEJzVfjIAg6J1kXbUYnBX4gHbyoA8/s1600/Cara+Menghitung+Laju+pertumbuhan+ekonomi+dengan+menggunakan+data+Produk+Domestik+Regional+Bruto+%2528PDRB%2529+%25283%2529.jpg

dimana:

PDRB sektor it = nilai PDRB sektor i pada tahun t
Total PDRBt = nilai total PDRB pada tahun t

 Teori pertumbuhan ekonomi pada dasarnya adalah suatu “ceritera” logis mengenai bagaimana proses pertumbuhan terjadi. Teori ini menjelaskan dua hal, yaitu (1) mengenai faktor-faktor apa yang menentukan kenaikan output per kapita dalam jangka panjang, dan (2) mengenai bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lain sehingga terjadi proses pertumbuhan. Satu hal yang perlu diingat bahwa dalam ilmu ekonomi tidak hanya terdapat satu teori pertumbuhan, tetapi terdapat banyak teori pertumbuhan. Sampai sekarang tidak ada suatu teori pertumbuhan yang bersifat menyeluruh dan lengkap dan merupakan satusatunya teori pertumbuhan yang baku. Para ahli ekonomi mempunyai pandangan yang tidak selalu sama mengenai pertumbuhan ekonomi. Pandangan para ahli tersebut sering dipengaruhi oleh keadaan atau peristiwa-pewristiwa yang terjadi pada zaman mereka hidup dan oleh ideologi yang mereka anut.

Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
  • Faktor Sumber Daya Manusia
  • Faktor Sumber Daya Alam
  • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  • Faktor Budaya
  • Sumber Daya Modal


Teori Ekonomi Klasik - Adam Smith



Menurut Adam Smith, secara sistematis ilmu ekonomi mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber-sumber daya yang terbatas guna mencapai tujuan tertentu. Ini yang banyak dikenal sebagai teori ekonomi klasik. Dalam analisisnya, Adam Smith banyak menggunakan istilah-istilah normatif seperti: nilai (value), kekayaan (welfare), dan utilitas (utility) berdasarkan asumsi berlakunya hukum alami.

Dari ajaran ekonomi klasik yang dikembangkan oleh Adam Smith, dikembangkan juga sistem ekonomi liberal-kapitalis yang lebih mempercayakan perekonomian pada pasar ketimbang perencanaan-perencanaan oleh pemerintah. Adam Smith berpendapat bahwa kegiatan ekonomi seseorang yang bertujuan untuk keuntungan pribadi sebaiknya juga memiliki efek yang baik untuk masyarakat secara umum. Menurutnya, pasar bebas memiliki mekanisme untuk memperbaiki kondisi yang tidak normal dengan istilah invisible hand  (tangan tak terlihat).

Fenomena invissible hand juga dapat dilihat dari kemampuan pasar memperbaiki situasi yang tidak sehat. Menurut Adam Smith, efek dari pasar bebas adalah kebaikan bagi seluruh masyarakat. Adam Smith juga sangat menekankan pentingnya meritokrasi. Sistem ini digunakan oelh institusi untuk memilih orang yang memikul tanggung jawab berdasarkan kemampuan atau bakatnya. Meritokrasi adalah faktor penting yang ditekankan untuk mendorong masyarakat agar selalu memperbaiki dirinya sendiri. Meritokrasi juga mendorong spesialisasi dan efisiensi dalam ekonomi.

ciri-ciri :
1.         Perekonomian yang didasarkan pada sistem bebas berusaha (Laissez Faire) adalah Self-Regulating, artinya mempunyai kemampuan untuk kembali ke posisi keseimbangan secara otomatis. Terjadi tangan bebas atau pasar bebas dalam mencapai keseimbangan sehingga terjadi "full employment" atau kesempatan kerja penuh atau tidak ada pengangguran.
2.         Pemerintah tidak ikut campur tangan, peran pemerintah hanya pada masalah penegakan hukum, menjaga keamanan dan pembangunan infrastruktur.
3.         Harga barang ditentukan oleh produsen dan konsumen.
4.         Sifat perekonomian ini Dua Sektor => Y = C + I . Dimana Y adalah pendapatan nasional suatu negara. C adalah konsumsi secara agregat. Dan I adalah investasi.
5.         Ahli-ahli dalam ekonomi klasik adalah Adam Smith (1776) dan Keynes (1936). Smith memperkenalkan konsep "Invisible Hand" atau tangan ghaib yang mampu mengatur kegiatan-kegiatan dalam suatu perekonomian secara efisien. Maksudnya adalah sistem pasaran,dimana penjual dan pembeli berinteraksi dalam berbagai kegiatan ekonomi utnuk menentukan barang dan jasa yang perlu diproduksi dalam masyarakat.
6.         Terdapat pandangan yang diungkapkan oleh Say, "Supply creates its demand". ungkapan  ini pada dasarnya perpendapat semua barang dan jasa yang akan dijual. Pandangan ini didasarkan kepada keyakinan ahli-ahli ekonomi klasik mengenai faktor-faktor yang menentukan suku bunga.
7.         Tingkat upah ditentukan oleh permintaan dan penawaran tenaga kerja. Kelebihan tenaga kerja akan menurunkan upah dan kekurangan tenaga kerja akan meningkatkan upah.


Teori Ekonomi Neoklasik - Solow

Teori pertumbuhan neo-klasik pertama kali dikembangkan oleh Prof. Robert Solow, yang memperoleh hadiah nobel pada tahun 1987 untuk teorinya tersebut. Teorinya dikemukakan dalam "Quarterly Journals of Economics" terbitan bulan Februari 1956, dalam tulisan yang berjudul "A Contribution of The Theory od Economics Growth."
Ciri-ciri teori ini adalah :

1. Perkembangan faktor-faktor produksi dan kemajuan teknologi merupakan faktor utama yang menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi pada suatu masa tertentu dan perkembangannya dari waktu ke waktu lainnya.

2. Teori ini melihat bagaimana setiap faktor produksi dan perkembangan teknologi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Teori neo-klasik bukan saja menmperhatikan penana tenaga kerja dalam pertumbuhan, tetapi yang penting lagi, teori ini menganalisis pula sumbangan dari perkembangan stok modal dan perkembangan teknologi dalam pembangunan ekonomi. Lebih istimewa lagi, teori ini dapat digunakan untuk melakukan penyelidikan empiris mengenai peranan relatif dari modal, teknologi dan tenaga kerja dalam pertumbuhan ekonomi.

3. Pemerintah sudah ikut campur.

 4. Sudah ada pajak dan inflasi

5. Pasar barang sudah tiga sektor . Y=C+I+G . Y=pendapatan nasional suatu negara. C=konsumsi secara agregat. I=investasi. G=pemerintah.

Teori Ekonomi Rostow


Teori ini melihat pembangunan ekonomi sebagai proses perubahan yang bersifat garis lurus dan bertahap. Teori pertumbuhan yang akan dibahas disini adalah teori pertumbuhan yang dikemukakan oleh pemenang hadiah Nobel, W. W. Rostow. Menurut Rostow proses pertumbuhan dapat dibedakan atas lima tahap dan setiap negara di dunia ini dapat digolongkan ke dalam salah satu diantaranya. Tahap-tahap pertumbuhan tersebut dikaji atas :
1.      masyarakat tradisional (the traditional society);
2.      prasyarat untuk lepas landas ( the preconditions for take off);
3.      lepas landas (the take off)
4.      tingkat kematangan (maturity);
5.      masa konsumsi tinggi ( the age of  high mass consumption)

  • ·         Tahap Masyarakat Tradisional (he Traditional Society)

Masyarakat tradisional masih terikat oleh keadaan adat-istiadat dan sistem masyarakatnya masih primitif serta masih dipengaruhi oleh nilai-nilai tidak rasional.
  • Tahap Pra-Lepas Landas (Precondition for Take Off )
Tahap pra-lepas landas adalah tahap perekonomian mampu tumbuh dan berkembang dengan kekuatan mandiri. Pada tahap ini, dalam masyarakat lahir kelas menengah yang menguasai perdagangan. Selain itu, muncul aktivitas sosial di bidang trans portasi dan modernisasi per tanian.
Dalam keadaan seperti ini, tahap tinggal landas mulai dipersiapkan.
  • Tahap Tinggal Landas (Take Off )
Keadaan masyarakat pada tahap tinggal landas ditandai oleh meningkatnya investasi dan pendapatan riil masyarakat. Bidang-bidang industri mengalami perubahan yang mendasar, antara lain meluasnya peranan sektor industri unggul.
  • Tahap Kematangan (he Drive Maturity)
Pada tahap ini keadaan masyarakat telah mengenal penggunaan teknologi tinggi. Sektor-sektor industri memengaruhi sektor-sektor lainnya. Manajemen profesional telah mulai berkembang dengan cepat.
  • Tahap Konsumsi Tinggi (he Age of High Mass Consumption) 
Keadaan masyarakat pada tahap ini telah berkembang secara mandiri. Keadaan teknologi dalam masyarakat konsumsi tinggi dapat dikatakan sudah matang.

Teori Pertumbuhan Schumpeter



Schumpeter dalam teorinya menitikberatkan pada pentingnya peranan pengusaha di dalam mewujudkan suatu pertumbuhan ekonomi. Dalam teori itu juga ditunjukan bahwa para pengusaha merupakan golongan yang akan terus-menerus membuat suatu pembaharuan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi itu biasanya merupakan: memproduksi produk-produk baru yang belum ada di pasar saat ini, mempertinggi efisiensi produksi dalam menghasilkan suatu barang, memperluas pasar suatu barang ke pasaran-pasaran yang benar-benar baru, mengembangkan sumber bahan baku atau bahan mentah yang baru dan juga mengadakan perubahan-perubahan dalam organisasi dengan tujuan untuk mempertinggi keefisienan kegiatan perusahaan. Schumpeter juga membedakan investasi kepada dua golongan, yaitu penanaman modal otonomi dan penanaman modal terpengaruh. Penanaman modal otonomi adalah penanaman modal yang ditimbulkan pada kegiatan ekonomi yang muncul sebagai akibat kegiatan inovasi. Menurut Schumpeter jika semakin tinggi tingkat kemajuan sesuatu ekonomi maka semakin terbatas pula kemungkinan untuk mengadakan suatu inovasi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi akan berjalan lambat. Hingga akan tercipta keadaan tidak berkembang (stationary/state). Akan tetapi, berbeda dengan pandangan klasik, dalam pandangan Schumpeter keadaan tidak berkembang itu dicapai pada tingkat pertumbuhan yang tinggi.

Faktor-faktor penentu bagi tumbuh dan kembangnya sektor bisnis adalah:
Faktor-faktor lingkungan yang terdiri dari :
a) Konsumen
b) Teknologi inovasi
c) Globalisasi
d) Ekonomi
e) Pemerintah
f) Social budaya.

Diantara faktor lingkungan tersebut, maka perkembangan teknologi (informasi dan komunikasi) oleh banyak kalangan dikatakan sebagai faktor lingkungan yang paling banyak mempengaruhi sektor bisnis. Selain itu meningkatnya sektor bisnis juga dipicu beberapa faktor pendorong yaitu: meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas, pengurangan biaya, pelayanan jasa, konsumen internal, peningkatan produksi dan berkembangnya organisasi Nirlaba. Perkembangan sektor bisnis kedepan seprtinya akan menunjukkan pertumbuhan signifikan karena adanya perkembangan teknologi internet, digitalisasi dan komunikasi sehingga jarak bukan lagi menjadi suatu kendala kendala karena komunikasi dan informasi dapat dijalin melalui jaringan Internet. Hal ini juga menjadi tujuan akhir Globalisasi, yakni “Jarak Bukanlah Masalah” atau dengan kata lain Dunia diibaratkan hanya sebuah tempat kecil.

Menurut Schumpeter hanya mereka yang berani mencoba dan melaksanakan ide-ide baru yang bisa disebut entrepreneur sedangakan pengusaha yang secara hanya mengelola secara rutin perusahaannya bukan entrepreneur melainkan hanyalah seorang manajer. Kunci dalam proses inovasi adalah terdapatnya lingkungan yang menunjang inovasi tersebut. Menurut Schumpeter, system kapitalis dan bebas berusaha yang didukung oleh lembaga-lembaga social politik yang sesuai merupakan lingkungan yang paling subur bagi timbulnya innovator dan inovasi. Hanya dalam system inilah menurutnya  semangat berinovasi paling tinggi.
Selain itu ada 2 faktor lain yang menunjang terlaksananya inovasi yaitu :
1.   Tersedianya cadangan ide-ide baru secara memadai
2.  Adanya system perkreditan yang bisa menyediakan dana bagi para entrepreneur merealisir ide-ide tersebut jadi kenyataan