Senin, 16 Mei 2016

TOEFL Skill (Structure and Written Expression)


SKILL 1                        BE SURE THE SENTENCE HAS A SUBJECT AND A VERB

You know that a sentence in English should have a subject and a verb. The most common types of problems that you will encounter in the Structure section of the TOEFL test have to do with subjects and verbs: perhaps the sentence is missing either the subject or the verb or both, or perhaps the sentence has an extra subject or verb.

Example I
____ was backed up for miles on the freeway.
(A) Yesterday
(B) In the morning
(C) Traffic
(D) Cars
In this example you should notice immediately that there is a verb (was), but there is no subject. Answer (C) is the best answer because it is a singular subject that agrees with the singular verb was. Answer (A), yesterday, and answer (B), in the morning, are not subjects, so they are not correct. Although answer (D), cars, could be a subject, it is not correct because cars is plural and it does not agree with the singular verb was.

Example II
Engineers____ for work on the new space program.
(A) necessary
(B) are needed
(C) hopefully
(D) next month
In this example you should notice immediately that the sentence has a subject (engineers),
and that there is no verb. Because answer (B), are needed, is a verb, it is the best answer.
Answers (A), (C), and (D) are not verbs, so they are not correct.

Example III
The boy _____ going to the movies with a friend.
(A) he is
(B) he always was
(C) is relaxing
(D) will be
This sentence has a subject (boy) and has part of a verb (going); to be correct, some form of the verb be is needed to make the sentence complete. Answers (A) and (B) are incor-rect because the sentence already has a subject (boy) and does not need the extra subject he. Answer (C) is incorrect because relaxing is an extra verb part that is unnecessary be-cause of going. Answer (D) is the best answer; will be together with going is a complete verb.

The following chart oudines what you should remember about subjects and verbs:

SUBJECT AND VERBS :
A sentence in English must have at least one subject and one verb.



SKILL 2                        BE CAREFUL OF APPOSITIVES

Appositives can cause confusion in the Structure section of the TOEFL test because an appositive can be mistaken for the subject of a sentence. An appositive is a noun that comes before or after another noun and has the same meaning.

Sally, the best student in the class, got an A on the exam.

In this example Sally is the subject of the sentence and the best student in the class can easily be recognized as an appositive phrase because of the noun student and because of the commas. The sentence says that Sally and the best student in the class are the same person. Note that if you leave out the appositive phrase, the sentence still makes sense (Sally got an A on the exam).

The following example shows how an appositive can be confused with the subject of
a sentence in the Structure section of the TOEFL test.
Example I
____, George, is attending the lecture.
(A) Right now
(B) Happily
(C) Because of the time
(D) My friend
In this example you should recognize from the commas that George is not the subject of the
sentence. George is an appositive. Because this sentence still needs a subject, the best answer is (D), my friend. Answers (A), (B), and (C) are incorrect because they are not subjects.

The next example shows that an appositive does not always come after the subject;
an appositive can also come at the beginning of the sentence.
Example II
____, Sarah rarely misses her basketball shots.
(A) An excellent basketball player
(B) An excellent basketball player is
(C) Sarah is an excellent basketball player
(D) Her excellent basketball play
In this example you can tell that Sarah is the subject and misses is the verb because there is no comma separating them. In the space you should put an appositive for Sarah, and Sarah is an excellent basketball player, so answer (A) is the best answer. Answers (B) and (C) are not correct because they each contain the verb is, and an appositive does not need a verb. Answer (D) contains a noun, play, that could possibly be an appositive, but play is not the same as Sarah, so this answer is not correct.

The following chart outlines the key information that you should remember about appositives:

APPOSITIVES :
An appositive is a noun that comes before or after another noun and is generally set off from the noun with commas. If a word is an appositive, it is not the subject. The following appositive structures are both possible in English.

S                                 APP,                             V
Tom,        a really good mechanic,      is fixing the car.

APP,                            S                     V
A really good mechanic,      Tom      is fixing the car.


Jumat, 01 Januari 2016

RANCANGAN USULAN PENELITIAN



A. Manfaat Rancangan Usulan Penelitian
Pengertian penelitian mengandung 2 manfaat penelitian, yaitu: maanfaat teoritis dan manfaat praktis.

a.       Manfaat Teoritis
Penelitian yang bertitik tolak dari meragukan suatu teori tertentu disebut penelitian verikatif. Keraguan terhadap suatu teori, muncul jika teori yang bersangkut tidak bisa lagi menjelaskan peristiwa-peristiwa aktual yang dihadapi. Pengujian terhadap teori tersebut dilakukan melalui penelitian empiris, dan hasilnya bisa menolak atau mengukuhkan, atau merevisi teori yang bersangkutan.

b.      Manfaat Praktis
Pada sisi lain, penelitian bermanfaat pula untuk memecahkan masalah-masalah praktis. Hampir semua lembaga yang ada di masyarakat, baik lembaga pemerintahan maupun lembaga swasta, menyadari manfaat ini dengan menempatkan penelitian dan pengembangan sebagai bagian integral dalam organisasi mereka.

B. Bentuk dan isi usulan penelitian
Rancangan usulan penelitian untuk disertasi sekurang-kurangnya memuat unsur-unsur pokok sebagai berikut :

1.          Bagian Awal
Judul penelitian yang direncanakan akan dilakukan.Identitas penyusun rancangan.Tanggal pengajuan rancangan ke Program Pascasarjana.

2.          Bagian Utama
Bagian utama meliputi : Rasional dari judul yang dipilih.Perumusan masalah, telaah pustaka dan penelitian terdahulu.Tujuan dan kegunaan penelitian.Kerangka pemikiran teoritis.Rancangan hipotesis, jika dipakai.Metode penelitian. Hasil yang diharapkan dan masalah yang diantisipasiJadwal penelitian 

3.          Bagian Akhir  
a. Daftar pustaka sementara 
b. Daftar riwayat hidup penyusun rancangan.

C. Isi Rancangan Usulan Penelitian
1.            Bagian Awal
a.      Judul
Judul rancangan usulan penelitian diketik dengan huruf kapital. Judul hendaklah cukup ekspresif menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti. Di bawah judul ditulis kalimat :

"Rancangan Usulan Penelitian Untuk Disertasi"

b.      Identitas Penulis
Nama : hanya huruf-huruf pertama yang diketik dengan huruf Kapital.

c.      Tanggal Pengajuan

2.            Bagian Utama
a.      Perumusan Masalah
Dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi, unsur pokok perumusan masalah ini mempunyai peranan lebih penting dari unsur-unsur pokok lain.

- Tujuan dan Kegunaan Penelitian 
Dalam fasal tujuan dan kegunaan penelitian ini disebutkan secara spesifik tujuan-tujuan apa yang dirancangkan akan dicapai dalam penelitian itu dan kegunaan apa yang akan diperoleh dari penelitian yang dirancangkan.

- Metode Penelitian 
Pasal metode penelitian memuat hal-hal sebagai berikut:
a.  Pendekatan dan bentuk/cara yang dipakai untuk meneliti.
b.  Penjelasan tentang populasi serta rancangan teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
c.    Metode pengumpulan data dan alat pengambil data yang akan digunakan.



FORMAT MAKALAH ILMIAH



Skripsi, paper/makalah, laporan penelitian, dan lain sebagainya, memiliki format penulisan tertentu untuk bisa disebut sebagai sebuah karya ilmiah. Uraian di bawah ini membahas format penulisan karya ilmiah berupa skripsi pada Program S-1 Pemerintahan Integratif.

A.            Bahan dan Ukuran Kertas
   Bahan dan ukuran kertas yang dipakai dalam sebuah karya ilmiah adalah sebagai berikut :
Ukuran kertas : A4 (21 x 29,7 cm)
Jenis kertas : HVS 80 gram.
Kertas doorslag berwarna (sesuai dengan warna yang telah ditentukan) dengan lambang Universitas sebagai pembatas.

B.            Pengetikan
 Ketentuan-ketentuan dalam pengetikan sebuah karya ilmiah dirinci sebagai berikut : 
1. Menggunakan software pengolah kata dengan flatform Windows, seperti MS Word, Excel, dan    lain-lain.

2. Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman dengan ukuran 12 kecuali untuk: Halaman judul sampul/luar (hard cover) dan halaman judul dalam (soft cover), yang menggunakan huruf tegak (kecuali istilah asing) dan dicetak tebal (bold) dengan ukuran font mulai 12 sampai 16 (disesuaikan dengan panjang judul, lihat Lampiran).

3. Catatan kaki (footnotes), yang menggunakan font ukuran 10.

4. Huruf tebal (bold) digunakan untuk judul dan sub-judul (sub-bab, sub sub-bab), memberi penekanan, pembedaan, dan sejenisnya.

5. Huruf miring (italic) digunakan untuk istilah dalam bahasa asing atau bahasa daerah, memberi penekanan, pembedaan (termasuk pembedaan sub-judul yang hirarkhinya tidak setingkat), dan sejenisnya.

6. Judul sub sub-sub-bab dibuat dengan mengkombinasikan huruf miring dan huruf tebal (italic-bold atau bold-italic).

7. Judul sub sub-sub-sub-bab dan seterusnya dibuat dengan huruf miring biasa
8. Batas tepi (margin):
    a. Tepi atas     : 4 cm
    b. Tepi bawah : 3 cm
    c. Tepi kiri     : 4 cm
    d. Tepi kanan : 3 cm

9. Sela ketukan (indensi) selebar 1 cm. Indensi Tab dipakai pada baris pertama alinea baru. Indensi gantung digunakan untuk daftar pustaka. Spasi bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir

Bagian-bagian karya ilmiah :
a.   Bagian awal dari karya ilmiah termasuk di dalamnya adalah halaman judul, halaman pengesahan, halaman pernyataan, abstrak, riwayat hidup, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar
dan daftar lampiran.

b.   Bagian isi karya ilmiah meliputi Bab I sampai BAB V, disusun dengan menggunakan spasi ganda.

c.   Bagian akhir karya ilmiah terdiri dari Daftar Pustaka, yang daftar referensinya memakai spasi tunggal dan indensi gantung (jarak antar referensi dengan spasi ganda), dan Lampiran yang ditulis dengan spasi tunggal atau disesuaikan dengan bentuk/jenis lampiran.

Judul karya ilmiah, bab, sub bab, dan lain sebagainya:
a.      Judul karya ilmiah dan bab, diketik dengan huruf besar/kapital, dicetak tebal, tanpa singkatan (kecuali yang berlaku umum seperti PT., CV.), posisinya di tengah halaman, dan tanpa diakhiri tanda titik. Perkecualiannya adalah judul pada halaman Persetujuan Seminar dan Pengesahan Skripsi (dengan huruf biasa, dicetak tebal).

b.      Judul sub-bab diketik sejajar dengan batas tepi (margin) sebelah kiri dengan menggunakan huruf A, B, C, dan seterusnya. Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title Case) kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Judul sub-bab dicetak dengan huruf tebal (bold).

c.      Judul sub sub-bab dimulai dengan angka 1, 2, 3 dan seterusnya. Huruf pertama setiap kata dimulai dengan huruf besar (Title Case) kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diakhiri titik. Judul sub sub-bab dicetak dengan huruf tebal (bold).

9 unsur untuk membuat suatu tulisan atau gagasan ilmiah dalam bahasa indonesia
1. Ragam Bahasa 

2. Ejaan. Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata,kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu

3. Diksi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa Departemen Pendidikan Indonesia adalah pilihan kata yg tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan)

4. Kalimat. Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan.

5. Alinea dan Pengembangannya
Alinea adalah kumpulan kalimat-kalimat yang memiliki unsur-unsur dibawah ini :
1.       Topik/ tema/ gagasan utama/ gagasan inti/ pokok pikiran
2.       Kalimat penjelas gagasan yang fungsinya menjelaskan gagasan utma.

6. Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
Dalam menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah pembahasan mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah karangan ilmiah :
1.       Pemilihan Topik
2.       Pembahasan Topik
3.       Pemilihan Judul
4.       Menentukan Tujuan Penelitian
5.       Menentukan Kerangka Karangan (Outline)

7. Kerangka karangan. Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya.

8. Kutipan dan Catatan Kaki
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu dapat diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran akhir bab sebuah karangan ilmiah. Catatan kaki berfungsi untuk memberikan keterangan dan komentar, serta menjelaskan mengenai sumber kutipan atau pedoman penyususanaan daftar bacaan.

9. Abstrak dan Daftar Pustaka
Abstrak adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk memahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide permasalahannya.

Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.