Selasa, 06 Mei 2014

Laju Pertumbuhan Penduduk



Pengertian Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk/populasi di suatu wilayah yang bisa dihitung dari waktu ke waktu menggunakan "per waktu unit" sebagai ukurannya. 

Rumus laju pertumbuhan penduduk, yaitu :

r = {(Pt /P0)(1/t)-1} x 100

dimana:
r = laju pertumbuhan penduduk
Pt = Jumlah penduduk pada tahun ke –t
P0 = Jumlah penduduk pada tahun dasar
t = selisih tahun Pt dengan P0

Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan penduduk:

a) Kelahiran (Fertilitas)
Fertilitas Tahunan adalah pengukuran kelahiran bayi pada tahun tertentu dihubungkan dengan jumlah penduduk yang mempunyai resiko untuk melahirkan pada tahun tersebut, sementara Fertilitas Kumulatif adalah pengukuran jumlah rata rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan hingga mengakhiri batas usia suburnya.
Faktor-faktor yang memengaruhi tinggi rendahnya penduduk adalah :

Faktor Demografi, antara lain :
- Struktur umur
- Struktur perkawinan
- Umur kawin pertama
- Paritas
- Disrupsi perkawinan
- Proporsi yang kawin


Faktor Non Demografi, antara lain :
- Keadaan ekonomi penduduk
- Tingkat pendidikan
- Perbaikan status perempuan
- Urbanisasi dan industrialisasi

b) Kematian (Mortalitas)
Pengukuran pertumbuan dan perkembangan penduduk melalui tingkat kematian dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu:
- Crude Death Rate (CDR) adalah banyaknya kematian pada tahun tertentu,
tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun.
- Age Specific Death Rate (ASDR) adalah jumlah kematian penduduk pada tahun tertentu berdasarkan klasifikasi umur tertentu.
- Infant Mortality Rate (IMR) adalah tingkat kematian bayi

c) Perpindahan (Migrasi)
Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas Penduduk yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.


Laju Pertumbuhan Ekonomi



Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth) adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya.
Untuk menghitung pertumbuhan ekonomi , maka rumusnya adalah sbb :

                       r(t-1,t) = PDBt - PDBt-1  x 100%
                                           PDBt-1

dimana r = pertumbuhan ekonomi tahunan pada tahun t terhadap tahun t-1.
Untuk mendapat data lebih akurat digunakan perhitungan rata-rata untuk periode tertentu beberapa tahun. Misalnya dari tahun 2002-2006 maka dihitung dahulu pertumbuhan tiap tahunnya pada tahun 2002,2003,2004,2005 dan 2006. Lalu hasilnya dirata-ratakan dengan dibagi 5 (tahun).

Sumber Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDPriil per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara. Kenaikan GDP dapat muncul melalui:
1. Kenaikan penawaran tenaga kerja
2. Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia
3. Kenaikan produktivitas
  
Faktor-Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
          Faktor-faktor yang dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi antara lain :

a. Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi.
b. Sumber daya alam, dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang,
    kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
c. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat.
d. Peningkatan sumber daya modal yang dibutuhkan manusia untuk mengolah
    SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK.
e. Peningkatan jumlah kewirausahawan (enterpreneurship)

Faktor-Faktor Penghambat Pertumbuhan Ekonomi
Faktor –faktor yang dapat menjadi penghambat pembangunan Ekonomi adalah : 

a. Permodalan Sumber modal dalam negeri berasal dari tabungan masyarakat.
b. Iklim dan Keadaan Alam
c. Kekurangan tenaga kerja ahli dan terbatasnya kemampuan mengolah sumber
    daya alam.
d. Sistem sosial di tengah-tengah masyarakat
e. Situasi ekonomi dunia yang mengalami resesi, fluktuasi maupun lainnya yang 
    berdampak secara langsung atau tidak langsung.

Manfaat Pertumbuhan Ekonomi
Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut:

1) Untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional
2) Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran
    penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja 
    konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga 
    produktivitasnya.
3) Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk 
    perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional.
4) Sebagai dasar penentuan prioritas pemberian bantuan luar negari oleh Bank 
    Dunia atau lembaga internasional lainnya.
5) Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan 
    bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan 
    perkembangan sumbur daya (tenaga kerja dan modal).


Produk Domestik Bruto (PDB)



Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) adalah nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional. PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun).

PDB dibagi menjadi 2, antara lain PDB nominal dan PDB riil. PDB Nominal (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Berlaku) merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.

Rumus untuk menghitung PDB menggunakan pendekatan pengeluaran adalah sebagai berikut.
PDB = C + G + I + ( X - M )
atau

produk domestik bruto =       pengeluaran rumah tangga + pengeluaran
pemerintah + pengeluaran investasi +
( ekspor - impor )
Penjelasan :
1.    Konsumsi, atau secara lebih spesifik pengeluaran konsumsi perorangan, adalah pembelian barang dan jasa akhir oleh rumah tangga selama satu tahun.
Contohnya : dry cleaning, potong rambut, perjalanan udara, dsb.

2.      Investasi, atau secara lebih spesifik investasi domestik swasta bruto, adalah belanja pada barang kapital baru dan tambahan untuk persediaan.
Contohnya : bangunan dan mesin baru yang dibeli perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.

3.    Pembelian pemerintah, atau secara lebih spesifik konsumsi dan investasi bruto pemerintah, mencakup semua belanja semua tingkat pemerintahan pada barang dan jasa, dari pembersihan jalan sampai pembersihan ruang pengadilan, dari buku perpustakaan sampai upah petugas perpustakaan. Di dalam pembelian pemerintah ini tidak mencakup keamanan sosial, bantuan kesejahteraan, dan asuransi pengangguran. Karena pembayaran tersebut mencerminkan bantuan pemerintah kepada penerimanya dan tidak mencerminkan pembelian pemerintah.

4.   Ekspor netto, sama dengan nilai ekspor barang dan jasa suatu negara dikurangi dengan impor barang dan jasa negara tersebut. Ekspor netto tidak hanya meliputi nilai perdagangan barang tetapi juga jasa.

Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi:

PDB = sewa + upah + bunga + laba

Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.

Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.