Senin, 30 Maret 2015

Jembatan Barelang dan Segala Keindahannya

Indonesia merupakan negara kepulauan. Julukan ini tidak lepas dari banyaknya pulau-pulau yang membentang dari sabang sampai merauke. Pulau Batam merupakan satu diantara pulau-pulau indah tersebut. Pulau yang terletak di Kepulauan Riau ini menyimpan banyak sejarah dan keindahan di dalamnya, salah satunya Jembatan Barelang. Jembatan barelang dapat dikatakan sebagai salah ikon pulau Batam yang keindahannya tidak kalah dengan Jembatan Ampera yang terletak di Palembang, Sumatera Selatan maupun Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura.

Nama Barelang sendiri merupakan singkatan dari beberapa pulau besar yang dihubungkan oleh jembatan ini, yaitu pulau Batam, Rempang, dan Galang. Sebenarnya nama asli jembatan ini adalah jembatan Fisabilillah. Namun masyarakat setempat lebih sering menyebutnya dengan jembatan Barelang sehingga sampai saat ini nama Barelang lebih populer dibanding dengan nama aslinya. Namun ada juga yang menyebutnya sebagai Jembatan Habibie. Hal ini tidak terlepas dari sejarah jembatan ini yang ide pembangunannya diprakarsai oleh Habibie yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi.

Jembatan Barelang merupakan pilot project berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan insinyur Indonesia tanpa campur tangan dari tenaga ahli luar negeri. Dibangun untuk memperluas wilayah kerja Otorita Batam (OB) sebagai regulator daerah industri Pulau Batam. Pembangun jembatan Trans Barelang telah menyedot anggaran Otorita Batam (OB) sebesar Rp 400 Miliar yang dibangun dalam masa enam tahun (1992 – 1998). Jumlah yang senilai dengan kokoh dan megahnya jembatan ini. Jembatan Barelang merupakan proyek vital sebagai penghubung jalur Trans Barelang yang membentang sepanjang 54 kilometer. Total panjangnya 2.264 meter yang terdiri dari rangkaian enam jembatan yang masing-masing diberi nama raja yang pernah berkuasa pada zaman Kerajaan Melayu Riau pada abad 15-18 Masehi. Nama-nama tersebut antara lain :
  1. Jembatan Tengku Fisabilillah (jembatan I), jembatan yang terbesar
  2. Jembatan Nara Singa (jembatan II)
  3. Jembatan Raja Ali Haji (jembatan III)
  4. Jembatan Sultan Zainal Abidin (jembatan IV)
  5. Jembatan Tuanku Tambusai (jembatan V)
  6. Jembatan Raja Kecik (jembatan VI).
Banyak kegiatan yang terdapat sepanjang jembatan ini. Keindahan yang diberikan selama perjalanan melewati jembatan ini juga sungguh mempesona. Sebagian besar pengunjung maupun turis yang datang ke pulau Batam tidak pernah lupa untuk mengunjungi ikon kota Batam tersebut. Selain keindahan panorama yang diberikan, sebagian dari mereka juga datang untuk berkunjung ke restauran-restauran yang ada disepanjang jembatan ini. Kebanyakan restauran menyediakan menu seafood yang tidak kalah dengan restauran yang ada di pusat kota. Diakhir jembatan ini, atau tepatnya di jembatan VI ada kaindahan tersembunyi yang terdapat didalamnya, yakni Camp Vietnam. Camp Vietnam merupakan daerah terdamparnya sebagian besar masyarakat Vietnam yang kabur ketika terjadi kerusuhan di negara Vietnam.

Terlepas dari orientasi awal pembangunan jembatan ini, kini jembatan Barelang telah dijadikan destinasi wisata bagi masyarakat sekitar, wisatawan nasional maupun internasional. Hamparan pulau dan lautan biru yang terdapat di sekitarnya mampu menarik minat pengunjung untuk menghabiskan waktu liburan mereka. Keberadaan jembatan ini pun mampu memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat sekitar yang memanfaatkan keberadaan jembatan ini maupun kota Batam sendiri. Oleh karena itu, ketika anda sedang berada di kota Batam, jangan lupa untuk berkunjung dan menikmati keindahan yang terbentang sepanjang jembatan Barelang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar